(Puisi) Semangkuk Mie

Oleh: Ainul Hiyah

Adzan subuh masih lama 
Semangkuk mie masih sama
Harapan mengahabiskan mie sangat sedikit
Terkesan tidak baik

Aku akui
Sahur kali ini berbeda
Semangkuk mie dengan campuran celotehan buruk
Membuka mata yang suntuk
Menyiksa batin yang rapuk

Pengakhiran sahur kali ini berbeda
Ada pipi yang menjadi basah
Menjadikan mata yang bengkak
Dan diri yang terkurung

Rabu, 24 Februari 2026