(Puisi) Luka, Darah, dan Air Mata

Oleh:  Muhammad Fadhilillah

Banyak yang tidak sadar
Akan terdesaknya kepentingan-kepentingan pribadi
Racun yang kian mengerogoti alam bawah sadar
Mengikis habis pusaka bumi

Kepentingan yang tidak mempermudah
Untuk kepentingan manusia bawah
Kepentingan-kepentingan kaum sendirinya
Yang tak pernah dipandang dengan mata kepalanya

Acuh tak acuh membawa petaka
Pusaka bumi di keruk habis
Hingga tak tersisa
Habis terkikis, dan mereka tersenyum meringis

Mereka lupa, bahwa banyak nyawa yang berkorban
Mereka tertawa lepas, atas apa yang diraihnya
Mereka senang kegirangan
Atas luka, darah dan air mata. 

Cirebon, 4 Mei 2026