Oleh: Dzakwan Ali
Titik Temu Menyatu Padu
Memanggil
Batin menggigil
Jiwa kerdil
Serasa aku berada di kampung yang sungil
Berwisata ke alam cerita
Mengantarkan rindu
Mendekap cinta
Melepas sunyi menyatu temu
Menikmati hidangan keindahan
Berbagi kisah menghias suasana
menghirup keberagaman kebersamaan
Aroma kasih kurasakan keabadian
Di sini titik temu kemesraan
Menghubungkan sinyal kerinduan
Pada kebebasan bertukar pikiran
Menyantap pengalaman dan kenangan
Memasang tenda penuh kehangatan
Menjalin ikatan
Menyiapkan sumbu-sumbu giat belajar
Membakar rasa malas yang tercemar
Kuningan, 23 Desember 2023
Google Hidup
Namamu tertuang dalam kertas lusuh
Berdebu, lapuk, termakan waktu tak bermutu
Lantas pikirku liar
Menyamar senyap
Di mana sebongkah petunjuk ilmu?
aku menapaki semesta tuk menyapa cerita
mengabadikan cita aksara
jangan kau rampas waktuku dengan program seremoni
tanpa menyisakan arti mengenal diri
Menepi pelataran mimpi
Purwakarta, 31 Juli 2025
Kertas Tertindas
Kisah tak terbalas
Sisa ampas
Ingin bebas
Merasa was-was
bernafas
Mengemas
Sunyi merampas
Aku masih waras
Bermuka dua, derita rakyat menyengat segala ruang terhambat
kepentingan golongan, berbondong-bondong lewat gotong royong
sebentar lagi
Suara kami merongrong mengadili
Purwakarta, 31 Juli 2025
Dzakwan Ali lahir di Indramayu, penggerak seni dan Literasi Kampus Mahad Aly Kebon Jambu, penggagas komunitas Santri Menulis, pendiri Latar Karya Temulawak. Duta Baca Kabupaten Indramayu tahun 2023, Pemuda Pelopor bidang Seni dan Budaya Indramayu 2025. Menerbitkan 4 buku solo Sejuta Rasa Cinta, Berakit-rakit Untuk Bangkit, Sang Pengabdi, Menapaki Jejak–MU. Pembaca puisi di acara-acara. karya-karyanya terbit di media koran Halaman Gelemaca Cirebon, Legok Media, Website Kebon Jambu, suara krajen, serumpun Bambu, Negeri Kertas, Majalah Sastra Horizon, Parahyangan, Sigap Gemilang, Media Idestra, IG Residensi Sastra, Erka Pro, Nongkrong Id, Peka, Majalah Apajake, dan Urupedia
Instagram @pengedaraksara





















Leave a Reply