Sebuah Anteseden Website Literasi Senja

PERKEMBANGAN zaman telah melampaui atau bahkan meleset jauh dari prediksi manusia. Dalam kisaran perkembangan handphone misalnya, kita cukup terengah-engah untuk mengikutinya secara telaten dan saksama. Rasa-rasanya kita seakan tidak mampu mengimbangi perkembangan teknologi yang dibuat hanya segenggam tangan tersebut. Pada awal mulanya, kemunculan fitur SMS dianggap tarap maksimal dari perkembangan sebuah ponsel. Namun ternyata itu hanyalah sebuah kebermulaan, pada faktanya kita terus dikejutkan dengan lonjakan-lonjakan perkembangan handphone tahap berikutnya. Yakni kemunculan Handphone yang dilengkapi dengan teknologi internet yang dapat mengakses berbagai informasi. Berselang dari itu, periode yang hampir bersamaan kita dikejutkan dengan kemunculan ponsel pintar atau smartphone yang digadang-gadang sebagai awal mula kematian pada bidang teknologi elektronik lainnya. Sebab, ponsel pintar mampu merangkum segala kebutuhan yang diperlukan manusia.

Tidak berhenti di situ, handphone terus berkembang pada taraf seakan yang tiada akhirnya. Yakni pada perkembangan lanjutan yang telah mafhum bagi kita saat ini, yakni fitur kamera canggih yang dapat mengabadikan momen setiap lelaku manusia dengan harga-harga yang fantastis. Pusaran kecepatan perkembangan pada handphone tersebut pada akhirnya memberikan pertanyaan besar kepada kita; mampukah kita mengimbangi (baca: mengikuti) perkembangan teknologi ini selanjutnya?

Setiap inovasi benar-benar mempercepat gerak kehidupan manusia sembari dengan perkembangannyalah kita memperluas cakrawala ilmu pengetahuan yang tak terbatas. Hal tersebut membikin setiap aspek perlu untuk berlaku demikian juga. Kita perlu memperkaya dan memberdaya peranti manusia untuk mencapai pengetahuan yang maksimal, termasuk akses manusia terhadap bahan bacaan. Bahan bacaan  yang dimaksud tidak hanya sebatas pekakas yang membikin seseorang terfasilitasi, tetapi juga terafirmasi. Oleh karenanya, Website Literasi Senja hadir tidak hanya sebagai langkah modernisasi akses literasi, tetapi memodifikasi ruang dan wadah setriap orang dalam berkreativitas yang seturut pada zamannya.

Setelah kami memberikan prakata yang enggan disebut prolog. Kami ingin mengatakan satu narasi selanjutnya tentang sebuah ajakan yang bersangkut-paut dengan segenap para pembaca dan calon penulis Website Literasi Senja. Yakni, marilah bersukaria menyemarakkan dunia daring ini dengan gegap gempita.

Dengan berlaku semacam jurnal, Website Literasi Senja adalah manifestasi bagi para penulis untuk mengabadikan karyanya. Kami juga berpendapat, tulisan-tulisan yang akan dimuat nantinya bukanlah tulisan-tulisan kesepian-sunyi. Ia mesti terus disempurnakan dengan berbagai dialektika yang dilakukan dengan sehat melalui ruang-ruang kritik yang membangun, diskusi, dan semacamnya yang menyenangkan. Oleh karenanya, mari arungi lautan kreativitas ini dengan suka cita bersama Website Literasi Senja!