Bakat Vs Hobi? Apa Bedanya

Kenapa tidak semua orang di dunia ini memiliki kesukaan yang sama? Perkara cara makan bubur misalnya, orang-orang mesti berdebat antara bubur yang diaduk atau tidak diaduk. Dan, banyak lagi hal-hal yang membedakan antara satu orang dengan yang lainnya. Termasuk dalam hal kompetensi, pernahkah kamu berpikir mengapa ada orang yang langsung bisa mahir dalam bidang tertentu, di samping ada juga orang yang membutuhkan waktu yang lebih lama untuk bisa menguasai kemahiran tersebut? Apakah itu karena ada perbedaan bakat? Apakah bakat dan hobi itu berbeda?

Bakat dan hobi bukanlah kata yang asing di telinga kita. Namun, sering kali kita menginterpretasikan keduanya dengan makna yang sama. Mayoritas orang menganggap bakat dan hobi sebagai talenta atau kepandaian seseorang dalam aktivitas tertentu yang disenanginya. Padahal, keduanya memiliki konsep dan karakteristik yang berbeda. Perbedaan inilah yang menjadikan makna bakat dan hobi tidaklah sama.

Bakat

Manusia tidak lahir dengan cetakan yang sama. Ada yang terlahir kemudian memiliki kesukaan membaca, berbicara, menulis, bermain, berolahraga, atau sekadar suka bengong. Dan setiap kesukaan itulah yang kemudian disebut bakat. 

Menurut Willian Stern pencetus konsep Intelegence Quotient (IQ), bakat adalah suatu kemampuan yang dibawa sejak lahir, yang memungkinkan seseorang mencapai prestasi tertentu setelah mendapatkan latihan dan pendidikan. Dalam kata lain, bakat adalah kecenderungan seseorang terhadap aktivitas tertentu yang sangat dipengaruhi oleh faktor genetika dan bilogis serta bersifat potensial, tetapi bakat tetap membutuhkan pengalaman, latihan, dan pengetahuan untuk bisa terealisasi.

Hobi

Saya hobi scrolling video reells, saya hobi menyanyi, hobi menggambar, apakah itu berarti bakat yang saya punya? Jawabannya tentu tidak. Seperti yang dikatakan oleh James P. Chaplin seorang psikolog yang dikenal lewat bukunya Dictionary of Psychology, ia memaknai hobi sebagai suatu aktivitas yang dikerjakan dengan penuh minat dan kegemaran di waktu luang serta memberikan kesenangan bagi individu yang melakukannya.

Jadi, saat bakat adalah kesukaan seseorang yang dibawa sejak lahir, hobi ini adalah kesukaan yang terbentuk dari kebiasaan seseorang untuk mengisi waktu luangnya. Karena sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, hobi memiliki kecenderungan untuk berubah-ubah. Misalnya, seseorang yang saat kecilnya hobi menggambar, tetapi setelah dewasa hobinya malah bermain sepak bola. Karena menggambar itu hanya sekadar hobi, kemudian tidak dilatih dan tidak diberikan stimulus, maka akan hilang dengan sendirinya. Berbeda jika menggambar itu adalah sebuah bakat, maka ia akan terus menekuninya.

Perbedaan Bakat dan Hobi

Hobi memang bagian dari ekspresi bakat seseorang, tetapi seperti dipaparkan oleh Munif Chatib seorang ahli pendidikan yang fokus pada pengembangan potensi anak, dalam bukunya yang berjudul Orang tuanya Manusia, Munif menjelaskan bahwa bakat dan hobi memiliki beberapa perbedaan, di antaranya:

  1. Bakat tidak menemukan titik jenuh saat dilakukan, sedangkan hobi bisa saja kita meloncat dari satu hobi ke hobi yang lain karena bosan.
  2. Bakat itu tidak bisa dilarang dan dibatasi, sedangkan hobi cenderung bersantai dan tidak berjuang untuk memenuhinya. Contohnya, penulis terkenal, JK Rowling yang tidak mendapat kesempatan belajar menulis formal karena hidup dalam kemiskinan dan menjadi seorang ibu tunggal, keterbatasannya itu tidak menjadikan bakat dan minatnya sirna begitu saja. Ia menjadikan pengalaman hidup serta tantangan-tantangan yang dihadapi sebagai inspirasi dalam cerita yang ditulisnya.
  3. Bakat membuat manusia menjadi pembelajar cepat, sedangkan hobi selalu lebih lama merangkak dulu. Itulah mengapa banyak kasus setelah berusaha pun manusia akan tetap kalah dengan orang yang beruntung dan berbakat.
  4. Bakat itu menghasilkan karya, sedangkan hobi sering kali hanya untuk dinikmati sendiri. Seseorang mungkin senang bermain gitar untuk menikmati waktu luangnya, tanpa ambisi untuk menjadi musisi atau menghasilkan karya untuk dipublikasi.

Bakat dan Hobi: Apakah Ada Persamaannya?

Satu kesamaan antara bakat dan hobi adalah keduanya memunculkan minat. Minat adalah dorongan dari dalam manusia untuk menjadi yang terbaik dalam suatu bidang. Oleh sebab itu, banyak orang sukses yang berhasil bukan karena bakat mereka, tetapi karena hobi dan minatnya. Contohnya, Oprah Winfrey seorang presenter dan pengusaha media yang tidak sukses karena bakat alaminya, melainkan karena minat dan pengembangan diri di dunia media. Kemudian, banyak juga bakat yang tidak terpakai karena tidak bersamaan dengan minatnya. Itulah mengapa, akan selalu ada dokter yang juga jago melukis.

Jangan Takut Tak Punya Bakat atau Hobi

Saat seseorang struggle dalam menemukan bakatnya, sering kali menyalahkan faktor keturunan yang sangat berperan dalam bakat. Namun, pengaruh keturunan lewat peran genetika dan biologis tersebut bukan satu-satunya faktor yang menentukan. Faktor non-genetik seperti lingkungan dan pengalaman juga berperan besar dalam mengembangkannya. Oleh karena itu, meskipun seseorang mungkin tidak mewarisi bakat tertentu, mereka tetap bisa mengembangkannya melalui usaha dan pengalaman.

Pun saat seseorang merasa semua hobinya sia-sia. Ia mengeluh karena tak bisa sepandai orang yang memiliki bakat. Padahal, cukuplah konsisten dalam hobi apa pun yang kini disenangi. Sebab, seseorang yang memiliki bakat alami, tanpa latihan yang konsisten, bakat tersebut mungkin tidak berkembang dengan maksimal. Sebagaimana teori 10.000 Hour Rule dari Malcolm Gladwell yang menyatakan bahwa seseorang bisa menjadi ahli dalam suatu bidang jika berlatih selama 10.000 jam, maka bukan tidak mungkin seseorang bisa sukses dengan bermodalkan hobi.

Menemukan bakat dan hobi yang tepat adalah perjalanan yang tidak singkat. Jangan ada kata terlambat maupun malu untuk baru mulai menggali, mengasah, dan mengembangkan bakat serta minat. Jangan ragu untuk mulai bereksplorasi dan mengembangkan hal yang telah ditekuni. Siapa tahu, hobi yang selama ini dianggap remeh bisa jadi kunci kesuksesan.

Penulis: Siti Fadilah

Penyunting: Idan Sahid