Cemas
Oleh: Aalfath Dayana
Pada Bapak Bhanuteja yang belum sempat aku ucapkan;
Juni baru awal, sedangkan rinduku telah mencapai akhirnya.
Juni baru memeluk hujan, sedangkan teduhnya senyumanmu melangitkan segalanya.
jika nanti ada halang melintang, inginku satu;
Kamu selalu ingat ke semula, bahwa menjadi kita tak semudah menata kata.
Bila genggamku mulai luruh, ingatkanku selalu;
Aku harus selalu ingat bahwa ditiap pasrah ingin menyerah, selalu ada kamu yang menguatkan dan tak pernah kalah.
Bila rengkuhmu mulai jatuh, ingatkanmu selalu;
Kamu harus selalu ingat bahwa ditiap masa lalu yang ingin kamu ulang, selalu ada aku yang ingin dan hadir menjadi hari ini dan masa depanmu.
Entah kita yang akan menang, atau nasib sialan yang akan merusaknya. Biarkan semesta yang menunjukkan jalannya, mengulang hilang atau menyatu abadi.
24 Juni 2025
Rumah
Oleh: Aalfath Dayana
Sementara Bhanurasmi mengerlingkan cintanya dalam setiap tunggu,
Bhanuteja menghangatkan seluruh rasa agar terawat hingga nanti abadi.
Mengusahakan rumah tanpa marah, haru tanpa harus, dan sayang tanpa usang.
1 Agustus 2024






















Leave a Reply