Sepi yang Tak Bernama
Oleh: Yasmine Azzahra
Ada jeda di antara detik,
seperti napas yang lupa pulang.
Kau pergi tanpa tanda,
tanpa pesan, tanpa isyarat senja.
Aku masih duduk di tempat biasa,
di kedai kopi yang pernah kau sukai.
Cangkirnya dingin, seperti genggamanmu
yang perlahan menghilang dari jemariku.
Malam-malam kini tak punya cerita,
bulan pun enggan bercerita tentangmu.
Aku bertanya pada angin,
apakah kau pernah menoleh ke belakang?
Jika kehilangan ini adalah pelajaran,
maka aku tak ingin jadi muridnya.
Tapi hidup tak pernah bertanya,
ia hanya menghapus, lalu meninggalkan luka.
Di Antara Sisa Kita
Oleh: Yasmine Azzahra
Aku masih ingat caramu menyebut namaku,
seperti bisikan ombak yang sampai ke pantai,
pelan, tapi selalu tiba.
Sekarang sunyi menggantikan suaramu,
meninggalkan ruang kosong di antara jeda napasku.
Aku berbicara pada malam,
tapi bintang pun tak mengirim jawab.
Aku berjalan ke tempat biasa,
bebatuan di laut tetap sama,
tapi tanpamu, mereka kehilangan arti.
Dulu, aku menemukan ketenangan di sana,
sekarang, yang kutemukan hanya kehilangan.
Aku tak akan bertanya kenapa,
karena jawabannya tak akan mengembalikanmu.
Aku hanya ingin tahu,
apakah hatimu juga sakit seperti hatiku?






















Leave a Reply