(Puisi) Etalase, Pesan Ibu

Etalase

Oleh: Maryatul Kuptiah

Manusia-manusia berkaca Bertatap ramah, bersenda gurau Bercerita ucapan nenek dahulu

Para orang tua mengulum senyum, bibir merah merekah Bukan gincu, bukan pemanis Tapi tinggalan pitarah

Di bawah dangau, orang tua dari orang tua itu berlakon Sibuk menuai akal kepada anak dari anak Tangannya melipat sehelai daun hijau, mengacip pinang Membuai buah hati anak mereka dipangkuan

Dari pagi ke sore Seorang seniman dunia itu berbicara Perkara rekaan mulut ke mulut Terselut nostalgia, melekat di akal

Bukan ocehan semata, tapi napas yang akan terus bernyawa

Medan, 16 September 2025

Pesan Ibu

Oleh: Maryatul Kuptiah

Hari itu, ibu membual! saat bocah itu masih dalam susuan belum mengijak usia belasan

Dengan wajah heran, diam terpaku, mendengar wajengan seolah terbingkai album di ingatan ibu yang katanya, adalah masa depan

Nostalgia hidup dalam benak ibu aku hanya bergumam, seketika batinku berbisik sambari mengangguk dan berkata:” Ini pesan ibu”

Siapa yang tahu? jejak tamadun dunia lunglai, tertimbun reruntuhan zaman manusia sibuk membuai harapan luput dari kemuliaan

Tindak laku waktu tanpa sadar, khazanah glamor perlahan memudar tergerus kerasukan, hilang dari pandangan

Medan, 15 September 2025