Oleh: Rohayati
Pada era media sosial yang serba cepat, kita sering dihadapkan pada dua konsep besar dalam pengembangan diri: self-love (mencintai diri sendiri) dan mengubah diri demi orang lain. Keduanya tampak bertentangan, tetapi pada kenyataannya, banyak orang masih bingung di antara keduanya. Apakah lebih baik menerima diri kita apa adanya atau beradaptasi agar lebih diterima oleh orang lain?
Self-Love: Mencintai Diri Sendiri Apa Adanya
Self-love adalah konsep di mana seseorang menerima dirinya secara utuh, baik kelebihan maupun kekurangannya. Ini mencakup rasa percaya diri, menghargai diri sendiri, serta tidak membiarkan standar eksternal mendikte kebahagiaan dan nilai diri kita. Beberapa aspek penting dalam self-love antara lain:
- Menerima diri sendiri apa adanya tanpa merasa harus mengikuti standar kecantikan atau kesuksesan yang ditentukan orang lain.
- Merawat diri secara fisik dan mental dengan tetap menjaga kesehatan, baik secara emosional maupun fisik.
- Menentukan batasan dalam hubungan sosial agar tidak terjebak dalam hubungan yang toksik.
- Mengejar kebahagiaan dengan cara yang sehat, bukan berdasarkan validasi orang lain.
Mengubah Diri demi Orang Lain: Positif atau Merugikan?
Sementara itu, mengubah diri demi orang lain sering dianggap sebagai hal negatif karena diasosiasikan dengan kehilangan jati diri. Namun, dalam beberapa kasus, perubahan bisa menjadi hal yang positif, terutama jika itu membantu seseorang berkembang dan menjadi lebih baik.
Kapan Perubahan Menjadi Hal yang Baik?
- Jika perubahan tersebut membantu kita berkembang, misalnya meningkatkan keterampilan komunikasi atau kebiasaan sehat.
- Jika kita melakukannya atas kesadaran sendiri, bukan karena tekanan sosial atau pasangan.
- Jika perubahan tersebut tidak merusak jati diri kita, melainkan membantu kita menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri.
Kapan Perubahan Bisa Merugikan?
- Jika kita merasa harus menjadi seseorang yang bukan diri kita demi diterima oleh orang lain.
- Jika kita mengorbankan kebahagiaan dan kenyamanan diri sendiri hanya untuk menyenangkan orang lain.
- Jika perubahan itu didasarkan pada rasa takut kehilangan seseorang, bukan pada kebutuhan pribadi.
Menemukan Keseimbangan antara Self-Love dan Perubahan
Self-love dan perubahan bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Keduanya bisa berjalan berdampingan jika dilakukan dengan cara yang sehat. Berikut beberapa cara untuk menyeimbangkan antara mencintai diri sendiri dan berkembang.
- Kenali diri sendiri
Sebelum berubah, tanyakan pada diri sendiri: apakah ini sesuatu yang benar-benar saya inginkan? Atau hanya karena tekanan dari lingkungan?
- Tetapkan batasan
Jangan biarkan orang lain menentukan seberapa jauh kita harus berubah. Kita berhak menentukan batasan dalam hidup kita.
- Evaluasi motivasi perubahan
Jika perubahan membuat kita lebih bahagia dan nyaman dengan diri sendiri, maka itu adalah perubahan yang baik. Namun, jika perubahan justru membuat kita merasa tertekan, maka mungkin itu bukan keputusan yang tepat.
- Jadilah versi terbaik diri sendiri, bukan orang lain
Kita tidak perlu menjadi seperti orang lain hanya demi diterima. Fokuslah pada apa yang membuat kita bahagia dan berkembang tanpa kehilangan identitas kita.
Self-love dan perubahan bukanlah hal yang harus dipilih salah satunya. Kita bisa mencintai diri sendiri sambil tetap berkembang menjadi lebih baik. Yang paling penting adalah memastikan bahwa perubahan yang kita lakukan berasal dari dalam diri, bukan karena paksaan atau ekspektasi orang lain. Pada akhirnya, keseimbangan antara menerima diri sendiri dan tumbuh menjadi lebih baik adalah kunci kebahagiaan sejati.
Penyunting: Idan Sahid

























Leave a Reply